Home

Lembaga Survei dalam Sorotan

Posted in bookreview by ismatillah on July 5, 2009

opaIsmatillah A. Nu’ad*

Dewasa ini, tak sedikit lembaga survei di Indonesia eksis melakukan polling-polling baik untuk Pemilu Legislatif maupun Pilpres. Sebut saja seperti LSI, LP3ES, LSN, Indo Barometer dan LRI. Begitu pula pada Pemilu-pemilu lokal untuk memilih Gubernur maupun Bupati, lembaga survei selalu berada di garda depan untuk melakukan polling. Pendeknya, semua lembaga survei naik daun seiring peranannya yang selain bisa dikatakan baru, namun juga diminati oleh tim-tim sukses baik dari Parpol atau calon-calon pemimpin.

Popularitas lembaga survei itu juga diikuti dengan kontroversi yang menyelimutinya. Katakan, misalnya, masyarakat luas menganggap lembaga itu tidak netral dari politic of interest tim sukses untuk memenangkan pemilihan. Selain itu, kinerja lembaga survei dianggap hanya menjadi the opinion makers, yang hendak mempengaruhi pemilih kepada salah satu Parpol maupun calon pemimpin. Tak ayal, lembaga survei bukan malah menumbuhkan iklim demokratisasi publik, melainkan menebar kebohongan publik lewat hasil-hasil survei maupun polling yang dibuatnya. (more…)

Kopi dan Rokok, Halal atau Haram?

Posted in bookreview by ismatillah on March 4, 2009

cover1Ismatillah A. Nu’ad*

Karya Syaikh Ihsan Jampes berjudul asli irsyadul ikhwan fi bayanil hukmi syurbul kahwah wal dukhan (petunjuk tentang penjelasan hukum meminum kopi dan merokok) ini merupakan syarah (penjelasan) dari kitab matan (asli/origin) berjudul tadzkiratul ikhwan fi bayanil kahwah wal dukhan (penjelasan tentang kopi dan rokok) karya KH. Ahmad Dahlan.

Karya tadzkiratul ikhwan KH. Ahmad Dahlan itu ditulis dalam bentuk rajaz. Rajaz ialah salah satu jenis syair (nazham). Yang membedakan dengan jenis syair lainnya, rajaz memiliki makna yang mudah dipahami, atau maknanya langsung bisa diterima, tidak bersayap atau memiliki makna ganda yang membutuhkan penafsiran-penafsiran. (more…)

Membela Paham Liberal di Indonesia

Posted in bookreview by ismatillah on October 19, 2008

Ismatillah A. Nu’ad*

Resensi buku. [Judul] Membela Kebebasan: Percakapan tentang Demokrasi Liberal. [Editor] Hamid Basyaib. [Penerbit] Freedom Institute dan Alvabet. [Tebal] xvi + 300 halaman. [Cetakan 1] Agustus 2006. [Harga] Rp. 55.000.

Paham kebebasan (liberalisme) dan segala sesuatu yang terkait dengan istilah-istilah liberal sudah sedemikian tercemar dalam masyarakat Indonesia. Sudah enam puluh tahun negeri ini merdeka, namun tak ada individu atau kelompok politik yang berani membentuk partai politik liberal, atau paling tidak menggariskan haluan partainya pada paham kebebasan itu. Begitu pula dengan setiap lembaga atau organisasi masyarakat diberbagai bidang, dihegemoni oleh kuatnya dominasi kelompok-kelompok yang beraliran anti pada liberalisme.

(more…)

Tagged with: ,

Dari local wisdom ke unity in diversity

Posted in bookreview by ismatillah on October 18, 2008

Ismatillah A Nu’ad

Indonesia adalah negara-bangsa pluralistik dan multikulturalistik yang dimukimi oleh beragam etnis, bahasa, agama, dan ideologi yang berbeda serta letak geografis antardaerahnya karena dipisahkan oleh belasan ribu pulau. Seorang peneliti Eropa suatu ketika pernah merasa heran, seperti diceritakan Robert Cribb (2001), mestinya ada terdapat banyak negara pula, tetapi kenyataannya hanya ada satu negara, yaitu Indonesia.

(more…)

Dinamika Islam dan Demokrasi di Indonesia

Posted in bookreview by ismatillah on October 18, 2008

Ismatillah A. Nu’ad*

Resensi buku, judul: Indonesia, Islam and Democracy: Dynamics in a Global Context, penulis: Azyumardi Azra, penerbit: SOLSTICE bekerjasama dengan ICIP dan The Asia Foundation, Terbitan tahun 2006, tebal: viii + 242 halaman, harga: US$. 12,95.

Sebagai negara-bangsa demokratis yang baru, Indonesia mengalami pelbagai persoalan, diantaranya adalah soal krisis kepemimpinan, konflik yang bernuansa etnik dan agama, kepentingan sempit komunal dalam aras kultural dan struktural kepartaian, dan terutama yang paling mencolok ialah soal ketegangan hubungan antara Islam-Barat serta Islam dan demokrasi. Semua persoalan itu beserta analisis dan tawaran-tawaran jalan keluarnya, berhasil di potret secara kaledioskopis dan dijelaskan secara elaboratif oleh Azyumardi Azra dalam bukunya berjudul Indonesia, Islam and Democracy ini.

(more…)

Tagged with: , ,

Fundamentalisme Progresif, Menuju Era Baru Dunia Islam

Posted in bookreview by ismatillah on October 18, 2008

cover_bukuIsmatillah A. Nu’ad*

Akhir-akhir ini, dunia Islam mendapat stigma buruk karena lahirnya Osama bin Laden, Imam Samudra, Amrozi, Dr Azhari, Noordin M Top, dan lain sebagainya. Mereka melakukan aksi terorisme di balik jubah Islam. Mereka mendeklarasikan diri sebagai kekuatan yang beroposisi, bahkan menjadi musuh Barat. Sebaliknya, Barat pada detik itu menganggap bahwa telah muncul sebuah kekuatan baru, neofundamentalisme, yang terlahir dari rahim dunia Islam pascarevolusi Islam di Iran.

Semenjak itu wacana fundamentalisme-Islam marak, terutama pascatragedi 11 September, bom Bali I, dan bom Kuningan, Jakarta. Islam sebagai agama dan muslim sebagai komunitas umat terimbas isu terorisme dan menjadi terpuruk. Di dunia Barat, stigma jelek dari kaum orientalis terhadap Islam menjadi relevan kembali. Bahwa peradaban Islam semenjak semula dibangun lewat jalan kekerasan, dengan pedang dan Alquran, suatu peradaban perang yang ekspansionis. (more…)

Imitatio Islam ala Kaum Muda Muhammadiyah

Posted in bookreview by ismatillah on October 17, 2008

Ismatillah A. Nu’ad*

Resensi buku, judul: Muhammadiyah Progressif: Manifesto Pemikiran Kaum Muda. Editor: Abd Rohim Ghazali, Zuly Qodir, Ahmad Fuad Fanani, dan Pradana Boy ZTF. Penerbit JIMM dan LESFI. Cetakan pertama tahun 2007. Tebal xxviii + 675 halaman.

Kaum muda adalah anak dari sebuah jaman (al-Rajulu ibn bi’atihi), begitulah kira-kira sebuah pepatah Arab menyebutkan, atau Hadis Nabi mengatakan subbanul yawm rijalul ghad (kaum muda hari ini adalah generasi penerus masa akan datang).

Buku setebal 675 halaman lebih berjudul Muhammadiyah Progressif: Manifesto Pemikiran Kaum Muda ini, sangat relevan jika dikaitkan dengan pepatah Arab maupun Hadis Nabi itu. Didalamnya berisi banyak manifesto intelektual yang mencerahkan dari kaum muda Muhammadiyah yang kemudian sering disebut-sebut sebagai Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) untuk membongkar kejumudan berpikir yang berkembang dalam peta pemikiran Islam di Indonesia pada umumnya. Buku suntingan yang berisi 39 tulisan dari para aktifis JIMM ini sekaligus menandai eksistensi kaum muda di tengah jaman modernitas-globalisasi.

(more…)

Islam Nusantara 13 Abad Sudah

Posted in bookreview by ismatillah on September 20, 2008

Ismatillah A. Nu’ad*

Buku berjudul “Menjadi Indonesia: 13 Abad Eksistensi Islam di Bumi Nusantara” mengundang antusiasme banyak pihak untuk membacanya. Buku itu dianggap penting, karena memberi kontribusi “penelusuran sejarah” Islam di bumi Nusantara, baik dilihat dari sudut pandang Islam yang disinggungkan dengan persoalan kebudayaan, sosial, politik dan ekonomi (perdagangan), maupun pendidikan. Namun kritikan tak bisa dihindari, terutama datang dari kalangan sejarawan, yang menganggap buku itu tak ditulis secara lebih serius meskipun tebalnya sangat memadai, karena merupakan sekumpulan gagasan banyak penulis didalamnya yang dipaksakan menjadi sebuah karya utuh, sehingga cita rasa keilmiahannya tak terlalu menonjol.

(more…)