Home

From Pepsi to Hira Cave

Posted in article in english by ismatillah on December 10, 2008

pepsiarabIsmatillah A. Nu’ad*

For Moslem haji is a special religious service because not everybody can do it. There are material and nonmaterial conditions that have to be fulfilled. In relation with the non material condition it is interesting to focus on the experience of haji Farid Esack, a liberal Moslem who shared his experiences in his work, On Being a Muslim (2002).

One day Esack was lost from his journey to Hira Cave, the historical site where Muhammad the Prophet first received his revelation. The orthodox Saudi government is very strict on permitting people on doing their religious service especially in traditional holy sites that is why there is no road sign that leads to certain places. So Esack could only follow other pilgrims who already knew the road to Hira Cave or as he confessed, just follow the Pepsi cans that scattered all over the steep road to the mouth cave.

(more…)

Tagged with: , , , ,

Teologi Ramah Lingkungan

Posted in discourse by ismatillah on November 14, 2008

sumber gambar:www.edopter.com

sumber gambar:www.edopter.com

Ismatillah A. Nu’ad*

Banyak bencana alam silih berganti menimpa negeri ini, bahkan akibat seringnya terjadi bencana, masyarakat yang sudah merasa skeptik menghadapinya, merasa stres berat, phobia, dan tekanan psikis. Ada fenomena apakah gerangan? Polemik teologi di masyarakat seputar bencana-bencana itupun akhirnya merebak. Tak kurang pula banyak penceramah keagamaan mulai mencari-cari jawabannya, mengapa fenomena bencana itu terus terjadi? Tapi polemik dan jawaban dari semuanya rata-rata menggariskan pada teologi paksaan Tuhan (jabariah), yang menyatakan bahwa Tuhan tengah murka pada penduduk negeri ini yang rajin dan pandai membuat dan memelihara dosa-dosa.

(more…)

Focusing on Islamic Leadership Crisis

Posted in article in english by ismatillah on October 23, 2008

sumber gambar:www.daylife.com

sumber gambar:www.daylife.com

Ismatillah A. Nu’ad*

Bassam Tibi, a liberal Moslem from Lebanon who lives in German said that Islamic civilization was undergoing a disconnection with the modern world in his first published book, The Crisis of Modern Islam (1989). When modernism surrounded the world from all direction, the Moslems were unable to face it, most were not responsive with the modernism, trying to avoid it which eventually lead to resistance. That is why Tibi wrote that Islam was having a crisis for alienating modernism instead of competing to give birth to modernism through Islamic Culture for the progressing era.

(more…)

Fatsoen Beragama Warisan Cak Nur

Posted in biography by ismatillah on October 23, 2008
sumber gambar:sctv/repro

sumber gambar:sctv/repro

Ismatillah A. Nu’ad*

Ethics is to improve our lives, and therefore its principal concern is the nature of human well-being. Aristotle, Nichomacean Ethics

SEKITAR tahun 2001, pada malam itu untuk kesekian kalinya saya mengikuti KKA Paramadina di Hotel Four Season, Kuningan. Ketika itu Nurcholish Madjid (Cak Nur) berkesempatan hadir untuk mengisi kajian sebagai pendamping dari pembicara yang lain. Itulah pertama kali secara pribadi, saya bisa bertemu dan mendengarkan diskusi keagamaan bersama Cak Nur secara langsung. Sebelumnya, saya mengenal Cak Nur lewat tulisan dalam buku-buku karyanya, atau mendengar kebesaran namanya di setiap diskusi akademis menyangkut gerakan pembaruan Islam di Indonesia. Kesan pertama ketika mengikuti dan mendengarkan Cak Nur dalam diskusi, ia adalah sesosok intelektual yang punya integritas dengan khazanah keislaman yang luas serta selalu direlevansikan dengan dimensi keindonesiaan. Cak Nur adalah tipikal intelektual yang tidak menggurui audiensnya, ia selalu menerima masukan, terbuka dengan pendapat serta pandangan orang lain. Hal terpenting, Cak Nur selalu menggunakan fatsoen (secara sederhana berarti etika) saat mengemukakan pandangan-pandangan keagamaannya.

(more…)

Bahasa Agama dan Penafsiran Wahyu Ilahi

Posted in discourse by ismatillah on October 22, 2008

sumber gambar:islamicidentity.blogspot.com

sumber gambar:islamicidentity.blogspot.com

Ismatillah A. Nu’ad*

Masyarakat religius menganggap spritiualitas yang sejati bersifat sakral dan untouchable. Sehingga baginya, simbol-simbol seperti dalam setiap agama manapun; mengelilingi simbolitas Ka’bah dalam Islam, melakukan ritualitas terhadap suatu yang dianggap suci seperti dilakukan agama Hindu atau Budha, menggunakan simbolitas salib sebagai lambang kesucian seperti dalam Kristen, merupakan pencarian spiritualitas yang sakral itu. (Mircea Eliade, Sacred and Profan, 1989)

Bahasa agama yang tertuang dalam teks-teks suci itu bersifat sakral. Namun meski bersifat sakral bukan berarti “tangan-tangan” manusia tak bisa menjamahnya lewat suatu penafsiran terhadapnya. Justru ketika teks-teks itu mendapat penafsiran, maka di situlah sesungguhnya bahasa agama itu dapat menjadi universal, kontekstual dan relevan sesuai dengan perkembangan sejarah manusia.

(more…)

Menggugat Nasionalisme Kaum Intelektual

Posted in discourse by ismatillah on October 20, 2008
sumber gambar:wahyudidjafar.wordpress.com

sumber gambar:wahyudidjafar.wordpress.com

Ismatillah A. Nu’ad*

Di tengah kehidupan negara-bangsa, peranan kaum intelektual sangat dibutuhkan dan kontribusinya begitu besar bagi pertumbuhan perubahan. Revolusi sosial yang diteriakan dan diaktualisasi massa, semula digagas dan ditentukan oleh peranan kaum intelektual.
Di bidang sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, teknologi, dan semua dimensi yang dibutuhkan dalam masyarakat, keterlibatan intensif kaum intelektual didalamnya menjadi semacam kemestian. Kaum intelektual bukanlah sebuah mitos sosial, melainkan realita yang hegemonik.

(more…)

Peran Gusdur dalam Konflik PKB

Posted in biography by ismatillah on October 20, 2008
sumber gambar:anakbangsa69.wordpress.com

sumber gambar:anakbangsa69.wordpress.com

Ismatillah A. Nu’ad*

Konflik yang begitu vulgar ditubuh partai kebangkitan bangsa (PKB) yang melibatkan KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) sebagai ketua dewan tanfidz dan Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum partai, sungguh mengusik ketenangan warga Nahdliyyin pada umumnya. Meskipun NU dan PKB tak memiliki ikatan struktural, tapi antara keduanya bagaimanapun punya ikatan historik yang tak bisa begitu saja secara mudah dipisahkan (Nakamura, 2007). Karena itulah, mengapa adanya konflik tersebut sebenarnya secara tak langsung juga mengusik ketenangan warga nahdliyyin.

(more…)

Perda Syariat yang Mengancam Demokratisasi

Posted in discourse by ismatillah on October 20, 2008

sumber gambar:farid1924.files.wordpress.com

sumber gambar:farid1924.files.wordpress.com

Ismatillah A. Nu’ad*

Munculnya peraturan daerah (Perda) yang mengacu pada Syariat Islam di beberapa daerah seperti di Tangerang, Indramayu dan Jember, segera menimbulkan persoalan bagi negara-bangsa demokratis. Tidak hanya karena Perda itu telah melanggar hirarki konstitusi, melainkan juga karena Perda itu sangat superfisial dan tidak substansial seperti aturan memakai baju koko setiap hari Jumat bagi pria, perempuan wajib berjilbab, menunda pekerjaan saat azan tiba, larangan perempuan keluar malam, dan sebagainya. Sesungguhnya kasus itu tak perlu terjadi jika pemerintah daerah memiliki komitmen pada aturan main, bahwa negara-bangsa ini adalah negara hukum (rechtstaat) dan kebangsaan Indonesia adalah kebangsaan yang multikultural.

(more…)

Benazir Bhutto dan Masa Depan Demokrasi Pakistan

Posted in biography by ismatillah on October 20, 2008

sumber gambar:yeslove.happysoft.com

sumber gambar:yeslove.happysoft.com

Ismatillah A. Nu’ad*

Kekuatan Prodemokrasi di Pakistan paska kematian Benazir Bhutto dapat dipastikan mengalami stagnasi yang cukup penting. Pasalnya Bhutto sudah menjadi ikon demokrasi yang memiliki kharisma tersendiri. Perjuangannya untuk menegakan demokrasi dan menentang rejim militeristik tentu saja melawan arus. Itulah sebabnya, kematiannya diduga merupakan konspirasi rejim militer yang dibantu CIA. Keteguhan dan perjuangan Bhutto untuk menegakan demokrasi sungguh pekerjaan yang maha berat tapi sangat mulia (venture). Kemenangan Musharaf pada Pemilu Pakistan belum lama ini, bukan berarti pilihan rakyat Pakistan karena boleh jadi didalamnya telah terjadi kecurangan-kecurangan, rakyat Pakistan simpatik terhadap kepemimpinan Bhutto.

(more…)

Khatami dan Harapan Dialog Antarperadaban

Posted in biography by ismatillah on October 20, 2008

khatami2Ismatillah A. Nu’ad*

AMERIKA Serikat di bawah pemerintahan George W Bush kembali akan melakukan manuver politik di kawasan Timur Tengah. Setelah Irak ditundukkan, kini Iran diincar dengan dalih negeri itu masuk poros setan.

Tragedi 11 September 2001 telah melegitimasi berakhirnya kekuasaan Taliban di Afganistan. Taliban merupakan kelompok garis keras yang diindikasikan mempunyai kekuatan koalisi dengan jaringan Tanzim Al Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden. Setelah Afganistan jatuh, akhirnya terbentuk pemerintahan boneka yang sekarang dipimpin Hamid Karzai.

Secara geopolitik, Iran telah berada dalam segi tiga amerikasentris, hegemoni intervensi AS terhadap pemerintahan baru Baghdad, Afganistan, dan Turki yang dimainkan oleh kepentingan politik Washington.

(more…)